Welcome to my blog

Jangan Pernah DiKalahkan Oleh Masa Lalu

Friday, June 23, 2017

LORONG

Senandung lagu cinta menghantarkan ku menelusuri lorong-lorong sempit, yang entah dimana ujungnya.

***********

Suara denting jam dinding mengantarkan ku menuju lorong mimpi yang entah bagaimana ceritanya... Pejamkan matamu dan rasakan alur ceritanya... Mimpi...

***********

Hembusan angin malam membuatku tersadar akan panjangnya lorong-lorong ini... Yang aku tau di ujung sana sudah menunggu kematian untuk ku...

***********

Lorong kenangan ini tidak akan pernah tertutup dan tidak akan pernah aku mencoba untuk menutupnya... Biarkan semua kenangan membantu mewarnai sisa ruang dihati sebelum akhirnya habis terisi oleh cahaya kalbu...

***********

Pada lorong paling sunyi nan dingin, angin berhembus menjadi rindu; melambai-lambai bagaikan kepergian mu kala itu...

***********

Tersirat pancaran sinar dari lilin kecil yang kau pegang, mengantarkan seberkas cahaya kecil untuk menyusuri lorong-lorong rindu ini...

***********

Ingin ku coba menyelami lorong matamu, menyusuri jalur aliran darah mu yang menuju ke hatimu, agar aku tetap bisa menuju kedalamnya dan tidak akan keluar lagi dari sana... Cukup biarkan aku berdiam didalam hati mu meski kau tidak pernah tau karena dgn cara itu bisa menghiburku yg tidak akan pernah bisa memiliki hati dan raga mu...

***********

Menelusuri keindahan raga mu disetiap inchinya, serta mencoba menerawang lorong hatimu yang bahkan terlalu rapat untuk kubuka apalagi untuk ku masuk kedalamnya...

***********

Andai lorong waktu itu ada, akan kulihat semua detail terkecil dari waktu yg pernah kita lewati, mungkin disana akan ku temukan sesuatu yang membuat hubungan ini terasa kurang...

***********

Menerangi setiap sudut ruang hati ini, ku temukan sebuah lorong yang berisi kehampaan...

***********

Tuesday, February 28, 2017

PUZZLE

Matahari di minggu pagi yang sunyi

Kusiapkan secangkir teh hijau dan semangkung ramen goreng untuk menyambut hari minggu pagi ku yang sunyi.

Entah mengapa hari ini semangat ku sepertinya ikut pergi meninggalkan ku bersama mimpi-mimpi semalam yang menghiasi petualangan dalam tidur ku.

"Cause there'll be no sunlight
If I lose you, baby
There'll be no clear skies
If I lose you, baby
Just like the clouds
My eyes will do the same, if you walk away
Everyday it'll rain, rain, ra-a-a-ain"

Terdengar suara bruno mars dengan suara khasnya keluar dari speaker handphone ku.

Kembali teringat hari dimana semua pecah berkeping-keping bagaikan pecahan puzzle, ya puzzle yang bahkan tidak akan pernah bisa aku lengkapi.

Bila memang tidak bisa dilengkapi, mengapa harus diciptakan dan dimulai puzzle itu?

Bahkan aku tak pernah tau sampai kapan aku bisa bersabar untuk menyelesaikannya.

Hari ini? Besok? atau kapan? entahlah, intinya aku mencoba sesuatu yang bahkan aku sendiri tidak pernah tau apa sebenarnya yang sedang aku coba.

5 tahun yang lalu aku memulainya, mencoba menata satu persatu pecahan puzzle yang bahkan tempatnya saja aku tidak pernah tau.
Kenapa aku memulainya jika aku sendiri tidak tau setiap pecahan puzzle itu berada dimana?
Waktu itu aku hanya merasa inilah yang harus aku coba dan harus aku lakukan, karena aku yakin ini akan berakhir indah ketika semua puzzle bisa aku kumpulkan menjadi satu bagian.


Tapi ternyata itu semua hanyalah impian ku saja,
Puzzle itu tidak benar-benar ada akhirnya.
Bahkan tidak pernah bisa dilengkapi.

Entahlah apa hanya seperti ini saja akhir dari puzzle ini, meninggalkan banyak lubang yang belum bisa dilengkapi.
Bahkan sebelum terlengkapi sudah selalu ada yang berlubang kembali, entah bagaimana caranya setiap tertutup dan sudah hampir selesai selalu ada tempat yang berlubang kembali dan puzzle itu menghilang entah kemana.
Entah aku salah meletakkan puzzle atau memang itu hanya halusinasiku saja bahwa aku sudah memasangnya, entahlah.

Maaf aku harus menyerah saat ini.

Aku sudah terlalu lelah mencari setiap kepingan puzzle-puzzle itu.

Rusak..Biarkan semuanya rusak sekalian, karena sudah tidak ada yang perlu disusun lagi untuk mendapatkan hasil yang seperti kita inginkan.

Bahkan selama ini ternyata kamu sendiri tidak pernah memabantu ku untuk meyusun puzlle-puzzle ini.
Kamu terlalu nyaman dengan keadaan mu yang selalu menunggu semua selesai.
Bahkan ketika kau tidak menyukai puzzle tersebut dengan mudahnya kamu membuang puzzle yang tidak kamu sukai tersebut.

Karena untuk kesekian kalinya kau buat aku sadar bahwa cinta bukanlah kunci utama untuk menyusun puzzle-puzzle tersebut.

Kau bahkan menyadarkan ku bahwa cinta adalah kasta terendah dalam susunan tata kehidupan ini.

Aku selalu bermimpi tentang bagaimana kita sama-sama menyelesaikan puzzle ini dan kita sama-sama bahagia melihat hari esok yang ada dibalik puzzle ini.
Tapi itu hanyalah sebatas mimpi ku.
Entah sampai kapan mimpi itu akan terus menghantui ku di dalam diriku.
Sudah sekian banyak musim berganti tapi hal tersebut selalu menghantui ku.

Ada yang pernah berkata kepada ku "CINTA ITU AKAN DIUJI OLEH DUNIA, MATERI DAN KENANGAN MASA LALU"
Ya ternyata itu bukanlah hanya kiasan biasa tapi itulah kenyataan yang sedang aku hadapi saat ini dan sudah aku rasakan semua ujian tersebut, bahkan ketika sudah tidak ada lagi sisa cinta ini untuk apapun.

Terima kasih telah kau sadarkan aku bahwa aku bukanlah orang yang pantas untuk menemanimu menyusun puzzle-puzzle mu.
Dan terima kasih karena kamu aku jadi sadar siapa aku dan tidak pantasnya aku untuk menemukan hidup yang bahagia dengan cinta bukan hanya dengan dunia dan materi.

Teruntuk kamu orang yang selalu menyadarkan ku bahwa cinta bukanlah segalanya bahkan bukanlah inti dari kebahgiaan.
Terima kasih.

#Cinta ini tidak akan pernah berubah ketika nanti kau kembali kedunia yang penuh dengan mimpi-mimpi ini.

Thursday, February 23, 2017

Hati

17:00 Waktu Indonesia Tengah

Padatnya lalu lintas dengan hiruk pikuknya orang-orang yang berusaha bergegas secepat mungkin untuk tiba dirumah.

Setiap sepersekian meter mobil yang aku kendarai berenti, terhenti oleh padatnya kendaraan bermotor di jalanan. Kantuk, lelah, kesal, emosi melebur menjadi satu didalam logika yang bahkan tidak mau sedetik pun berhenti berpikir.

Entah apa yang membuatnya berpikir keras, apa iya karena macet dan keramaian ini? Apa karena memang logika ini tidak bisa terima keadaan yang begitu bising disekitarnya?
Aku rasa tidak.
Hai... ini bukan pertama kalinya kamu melewati masa-masa ini!!!
Tapi kenapa kamu seperti orang yang baru datang dari kampung dan tercengang melihat keramaian kota lalu kamu coba menghindar karena ini bukan suasana yang biasa kamu lalui tiap sore hari di desa mu.

Mencoba untuk menenangkannya dan mulai bertanya pelan-pelan "kamu kenapa? apa yang kamu pikirkan?" 
Perlahan dia pun mulai tenang seperti orang yang sedang gugup dan mencoba menarik napas dalam-dalam lalu melepaskannya, dan menjawab "apa yang kamu lupakan?"
Sedikit bingung dan mulai mencoba melihat sekeliling didalam mobil apa ada yang tertinggal di kantor, jangan sampai harus kembali kekantor lagi setelah 45 menit menunggu di tengah kemacetan ini. "Tidak aku rasa tidak melupakan apapun, menurut mu apa yang terlupakan?"
"HATI" teriaknya nyaring bahkan sampai membuatku terhentak sejenak.

👀

Ya benar saja, aku sudah melupakan hati ku, bahkan hampir saja aku tidak ingat jika aku memiliki hati.

Kemana hati itu?
Sedang apa dia saat ini?
Apa dia masih ingat seberapa banyak bait puisi yang dulu ingin kami tuliskan bersama?

Entahlah...

Setelah kejadian itu dan akhirnya kami berpisah, aku sudah tidak pernah lagi mendengar suaranya yang biasa selalu berbisik dan mencoba menenangkan logika yang selalu mencoba berontak tanpa pernah berpikir terlebih dahulu. Dia yang selalu memberikan lantunan lagu dan puisi ketika jiwa dan raga ini merasakan ketidak nyamanan.

Dia yang selalu menenangkan ku ketika semua orang mulai meremehkan ku.
Dia yang selalu berusaha membuatkan menerima dan memaafkan semua yang telah dilakukan orang terhadap diriku.

Bahkan dia yang selalu membuatku untuk berdamai dengan keadaan dan CINTA.

CINTA...
Mungkin dia lah yang akhirnya menghancurkan hubungan ku dengan hati ku..
Beribu cerita palsu nan indah selalu dia berikan dan selalu saja aku menolaknya, tapi hati selalu mencoba meyakinkan ku bahwa itu bukanlah sekedar cerita biasa tapi cerita yang bakalan indah pada suatu hari nanti.
Kenyataannya tidak, itu hanyalah dongeng sebelum aku mulai bertemu dengan mimpi dan selalu seperti itu.

Sampai pada akhirnya aku sudah benar-benar muak dan lelah dengan semua cerita tentang cinta, dan saat itulah aku berdebat besar dengan hati karena hati selalu membela cinta dan selalu ingin mendamaikan ku dengannya.
Sampai di ujung malam aku putuskan untuk tidak bersatu lagi dengan hati.
Hati pun menerima keputusan itu tanpa melakukan pembelaan lagi.

Ya sejak saat itulah aku tidak mendengarkan suaranya lagi.
Entah sampai kapan kami akan terus tidak saling mengenal seperti ini.

Entahlah...

Ternyata logika yang selalu berselisih dengan hati pun meridukan kehadirannya.
Bagaimana dengan diri ku?

Sesaat ku pejamkan mata ku dan terlintas lah saat terakhir kalinya aku melihat hati, dia sudah sangat berbeda dari sebelum kami mengenal CINTA.
Bahkan ku perhatikan ternyata terlalu banyak bekas luka yang di tambal olehnya dan dia tetap ingin menyatukan ku dengan cinta. Sepertinya dia sudah gila sampai-sampai tidak merasakan luka yang luar biasa banyaknya itu.
Bahkan tidak ku lihat keanggunan darinya lagi karena telah ditutupi tambalan luka yang mungkin aku sendiri tidak dapat menghitungnya.

Seperti itu kah perjuangan mu untuk menyatukan ku dengan cinta?

Terima kasih, tapi maaf aku belum bisa untuk berdamai lagi dengan cinta bahkan dirimu.

Saturday, March 5, 2016

Suatu Hari Dimana Ada Hari Tanpa Adanya Dinding Pembatas Antara Aku dan Kamu

Ada kalanya kita akan mengalahkan jarak dan waktu.
Walau itu masih hanya angan saja saat ini.
Tetapi... Pasti waktu itu akan tiba entah dalam waktu dekat ini ataupun dalam waktu yang bahkan kita sendiri tidak berani memprediksinya.



10 tahun sudah kita saling mengenal dan menjalani hari-hari bersama.
Bersama dalam versi cerita kita sangat lah memiliki banyak arti dan makna.
Bersama dalam ikatan pertemanan.
Bersama dalam ikatan hubungan yang disebut mereka 'pacaran', lalu berpisah.
Bersama dalam ikatan persahabatan.
Bersama dalam ikatan persaudaraan.
Dan Bersama lagi dalam menjalani hari-hari kita bersama dengan hiasan cerita cinta yang perlahan kita bangun kembali demi masa depan yang selalu kita ributkan bagaimana nantinya.


Ini Adalah Barisan Cerita Yang Aku Susun Untuk Nantinya Aku Lalui Bersama Mu...





 "Suatu ketika kita berhasil mengalahkan jarak dan waktu,
dan di saat itulah kita akan menangis dan tertawa bersama atas kemenangan kita itu"

Entah kapan itu akan terjadi, tapi aku yakin bahwa kita pasti bisa dan pasti akan merasakannya.
Merasakan tangis, tawa, sedih dan juga bahagia.

Tangis karena kita ternyata mampu mengalahkan jarak dan waktu. Bahkan kita mampu menghancurkan keraguan banyak orang salam ini.

 Tawa karena inilah tujuan kita dan kita patut untuk menertawakan semua yang telah kita lewati yang pada akhirnya mereka pun ikut tertawa bersama dengan kita.

Sedih karena kita akan mulai meninggalkan masa-masa kekanakan kita yang selama ini kita rangkai bersama keluarga kita masing-masing. Dan tak akan ada lagi masalah dalam hubungan kita yang harus mereka selesaikan, karena hanya kita yang akan menyelesaikannya apa pun masalahnya.

Bahagia karena kita tau inilah tujuan kita yang selama ini kita jalani bersama dan kita ukir bersama yang pada akhirnya tidak akan ada lagi yang menghalangi kita untuk bersama.

Aku akan siap memelukmu erat ketika hari itu telah tiba. Dan entah apakah masih akan ada suara selain suara tawa dan isak tangis kita berdua???

 Akan Ada Banyak Cerita Aneh Ketika Kita Melaluinya Untuk Pertama Kalinya


Iya akan ada banyak sekali cerita aneh yang akan kita lalui bersama.
Mungkin di awal-awal kebersamaan kita, kita akan merasa aneh dengan tingkah-tingkah yang bahkan selama kita pacaran tidak pernah kita ceritakan.

Aku akan mendapatimu memotong bawang dengan menggunakan kacamata aneh.
Atau aku akan mendapatimu bingung menentukan pilihan baju yang sesuai ketika kita akan pergi ke pesta salah satu teman kita.
Atau bahkan kamu akan mendapatiku kebingungan mencari sesuatu ketika aku lupa meletakkannya.

Heeemmmm.... Akan banyak keanehan-keanehan yang akan terjadi karena ulah kita sendiri.
Dan aku yakin dari seberapa banyak keanehan itu pasti akan ada yang jadi bumbu untuk tetap membuat kira tertawa.

"Suatu ketika kita akan melakukan hal super konyol, dan saat itulah salah satu dari kita diam-diam akan menertawakannya hingga akhirnya ketauan dan terjadilah momen saling menertawakan"

Akan Ada Saatnya Aku Akan Merawatmu Ketika Kau Sakit Begitu Pula Sebaliknya


"Suatu saat nanti aku akan merawatmu ketika kau sakit atau bahkan sebaliknya, atau kita akan saling merawat satu sama lain karena saat itu kita sama-sama sakit"

Ini akan menjadi fenomena tersendiri. Kamu atau aku tidak bisa melakukan apa-apa karena sakit.
Atau bahkan kita hanya sekedar flu ringan tetapi kita mengatakan bahwa tidak dapat melakukan apa-apa hanya untuk mendapatkan perhatian penuh dari mu. Ya entahlah bahkan hingga nantinya kita bersama kita akan tetap bermanja-manja seperti anak kecil entah apa saja caranya pasti akan kita lakukan untuk mendapatkannya.

Bahkan akan ada saatnya kita menjadi 'sok' dokter dengan menganalisa dan menebak-nebak obat apa yang pantas diberikan.

Kita tidak akan peduli sesibuk apa kita pasti akan ada waktu untuk saling memperhatikan keadaan satu sama lain. Dan sesibuk apapun kita, kita akan meninggalkan kesibukan itu ketika kita tau salah satu dari kita sakit.

Ketika Salah Satu Dari Kita Marah, Tetap Akan Ada Perhatian Khusus Yang Akan DiBerikan


Ada saatnya kita terbakar amarah hanya karena masalah sepele atau bahkan masalah lama yang muncul kembali ke permukaan.
Tapi ingatlah bagaimana cara-cara kita menyelesaikanny selama ini, karena masalah yang nantinya akan datang menghampiri adalah masalah sama di masa lalu atau masalah baru yang sebenarnya itu adalah masalah lama yang hanya di buat ulang versinya.

Akan ada saatnya kau terlalu marah padaku hingga tertidur di sembarang tempat dan dengan senyum ku, aku akan memindahkan mu di tempat tidur kita.
Atau ketika aku terbakar emosi dan tertidur sesuka ku, kamu akan dengan sabar memberiku selimut dan tersenyum sembari mengatakan kalau kamu benar-benar sayang sama aku.


"Pertengkaran akan menjadi bumbu-bumbu pelengkap kebahagiaan perjalanan kita nantinya. 
Api amarah akan seketika tersulut padam hanya karena perhatian kecil yang kita ciptakan"

Pertengakaran hebat itu akan selalu kalah dengan perhatian-perhatian kecil yang kita ciptakan. Bahkan tetesan air mata yang keluar akan menjadi penyejuk bagaikan air hujan di pagi hari.


Aku Akan Berusaha Menjaga Mu Pagi, Siang, Bahkan Malam Hingga Kau Terlelap Dalam Tidur Indahmu


Akan ku luangkan waktu ku untuk memlukmu hingga tertidur atau bahkan hanya sekedar menggaruk punggungmu hingga kau terlelap.
Tidak lupa aku akan memberikan mu selimut terhangat agar dalam tidurmu kau menemukan mimpi terindah mu dan kenyamanan hingga kau terbangun keesokan harinya.


"Izinkan aku menemanimu dan terjaga hingga akhirnya kau terlelap dalam tidur dan mimpimu.
Dan izinkan aku memelukmu untuk menenangkanmu ketika kau bermimpi buruk"

Bersama malaikat akan ku jaga kau kapan saja, dimana saja bahkan dalam keadaan apa saja. Karena aku yakin malaikat bahkan tidak dapat menjaga mu secara penuh karena terlalu banyak yang harus dia jaga, sehingga aku bersedia berbagi tugas dengan para malaikat untuk selalu menjagamu.


Akan Datang Seorang Yang Akan Menemani Kita Dan Menghiasi Hari-Hari Kita Lagi

Suatu pagi kau akan mengganggu tidurku dan memaksakan aku untuk terbangun dari tidur lelap ku. Dengan sedikit nada kesal aku akan memarahimu namun kau tetap tersenyum mendengar omelan ku, dan lalu berkata "Kita akan kedatangan orang baru dalam rumah ini".
Sedikit aneh mendengar dan sambil sedikit curiga aku memastikan siapa orang tersebut. Dengan sedikit wajah centil berbisik ditelinga ku "Akan segera datang malaikat kecil kita dirumah ini".
Terbelalak dan sedikit tidak percaya aku akan memelukmu dan menciumi perut mu yang berisi calon anak kita. Dan sejak hari itu aku akan bertambah cerewet dan tidak berhenti untuk mengingatkanmu untuk menjaga kondisi mu dan calon anak kita.
Mungkin akan ada kebiasaan baru yang akan aku lakukan, ya kebiasaan tiap pagi dan malam aku akan menciumi perut mu dan sambil berbicara dengan calon malaikat kecil kita.

"Akan tiba saatnya aku jauh lebih cerewet dibandingkan mu. Itu semua aku lakukan hanya untuk kamu dan calon malaikat kecil kita nanti"



Sudah terlalu banyak khayalan kita tentang bagaimana anak kita di masa depan. Hampir setiap membahasnya kita selalu bertengkar hanya karena aku mau anak kita menjadi musisi atau olahragawan, sedangkan kamu mau anak kita menjadi seorang lebih mengendepankan pendidikannya.
Ahhh.. tapi sudahlah biarkan nanti dia yang menentukan kemauannya sendiri, kita hanya bisa berdoa, membimbing dan mendukung segala keputusannya nanti.

Terkadang Aku Akan Merasakan Kesepian


Bahkan cerita itu tidak selalu tentang bagaimana kebersamaan kita. Aku juga membayangkan jika suatu hari nanti akan ada waktu kamu harus pergi menjenguk orang tua mu atau menjenguk saudara mu dan saat itu lah aku akan merasa sendiri.
Sendiri mengurusi segalanya.
Bahkan akan tidur seenaknya, makan apa adanya seperti dulu ketika aku masih duduk dibangku kuliah dan masih hidup sendiri disebuah rumah kontrakan.
Akan terasa berantakan lagi kemungkinan terparahnya.

"Akan susah untuk mencoba sendiri lagi setelah kita telah bersama"

Ahhh sudahlah...
Ini semua masih harapan dan khayalan kita saja saat ini.

Kita masih harus berjuang untuk menggapainya.

Walau terkadang khayalan yang kita ukir tidak mudah untuk menjadi kenyataan kedepannya, setidaknya kita telah berusaha dan selalu berusaha menjadikan itu bukan sekedar khayalan didalam pesan WA kita saja.

Amin...

Monday, April 13, 2015

Catatan Seorang Penanti

Pagi ini aku terbangun dengan lamunan panjang yang menuntun ku menuju kebenaran siapa diriku sebenarnya.


Terlintas sesaat goresan kata-katamu di media sosial mu beberapa saat lalu.
Kata-kata yang sedikit memberikan penjelasan siapa aku untukmu selama ini.


Ahhhhh...
Kuseduh kopi pagi ini berharap aku bisa menenangkan sedikit pikiran ku ini.
Bahkan kopi disecangkir gelas ini pun seperti berbisik kepadaku mengatakan bahwa aku hanyalah orang yang tidak akan pernah ada artinya untuk mu, seakan kopi ini tau apa isi kepala ku saat ini.


Ku lihat kalender yang ada dihadapanku, 14 April. Seketika aku teringat apa yang terjadi pada tanggal ini 2 tahun lalu.
Ya 2 tahun
lalu dia juga memperjelas bahwa aku hanyalah mainan tiada guna untuknya.
Dan ternyata setelah 2 tahun masih seperti itu. Bahkan yang saat ini lebih kejam dari 2 tahun lalu.


Kunyalakan radio dan terdengar suara Abdul Dan The Coffee Teory menyanyikan lagu Tiada Batas Menunggu.
"1,2 minggu akan kutunggu
2,3 bulan masih kutunggu.
4,5 tahun ku masih disini."
Lirik itu mengingatkan bahwa sudah berapa lama aku menunggu mu untuk bisa benar-benar membuka hatimu untuk ku dan menerima ku tanpa kau melihat siapa aku dan darimana aku.
Enthlah...


Sekilas teringat lirik lagu dari Abdul Dan The Coffee Teory dengan judul Bodoh Untuk Setia.
Apa aku ini seperti yang ada didalam lirik lagu tersebut?
Entahlah..
Yang aku tau saat ini aku ternyata bukanlah siapa-siapa untuk mu.
Bahkan dengan indah dan mudah kamu ingin menjual hati mu ke orang lain dengan status kamu masih bersama ku.
Ya aku tau apa yang aku berikan selama ini tidak pernah berarti untuk mu. Bahkan pengorbanan ku selama ini tidak berarti sama sekali untuk mu.
Bahkan pengorbanan ku tidak bisa membeli hati dan cinta mu.


Udahlah.
Aku tidak tau lagi.
Harus bagaimana aku berharap tuk memiliki mu dengan seutuhnya.
Harus bagaimana ku harus berbuat tuk menggapai hatimu.


Entahlah.
Aku cuma minta.
Biarkan aku terus mencintaimu.
Biarkan aku terus memendam rasa ini.
Sudah terlalu lama aku mencoba jadi yang terbaik untuk mu tapi selalu saja tidak pernah benar-benar kau terima itu.


Aku disini bukan berarti aku bertahan.
Aku hanya menunggu 2 hal.
1. Saat kau lambaikan tangan meninggalkan ku.
2. Melihat mu tertawa bahagia dengan apa yang kau miliki nantinya.


Terima kasih sudah mengajarkan arti pengorbanan.
Terima kasih telah menyadarkan ku bahwa aku tidak pantas untuk orang seperti mu.
Terima kasih untuk goresan-goresan luka selama ini.
Terima kasih sayang untuk semuanya.

Sunday, March 29, 2015

Hilang

Sesaat terlintas ucapan mu semalam.
Ucapan yang mengumpamakan aku ini hanya seorang yang dengan mudahnya datang lalu pergi.

Hilang..

Dalam kehidupan ku selama ini aku tidak pernah mencoba menghindar dari apapun, bahkan dari mu yang pernah menyakiti ku bahkan kamu yang entah pergi kemana lalu hadir kembali dalam kehidupkan ku dengan senyum terbahagiamu yang mengisyaratkan tidak pernah terjadi apa-apa selama itu.

Kemana kamu?
Apa pernah aku menanyakan hal itu??
Tidak..
Kamu datang lalu pergi. Bahkan menyisahkan goresan luka yang kau tinggalkan begitu saja tanpa berusaha menutup luka itu terlebih dahulu sebelum kau pergi.
Lalu datang lagi dengan senyuman itu dan bagaikan tidak terjadi apa-apa selama ini.
Lalu kau ulang lagi seperti itu.

Apa pernah aku menghilang selama itu?
Tidak.
Aku selalu berada didepan pintu itu menunggumu datang dan menjelaskan semuanya(walau sebenarnya saat kau datang kau tidak akan pernah menjelaskan apa-apa).

Ada yang selama ini pernah singgah dihati mu dengan setianya menunggu mu seperti aku??
Ada?

Mungkin hanya aku yang seperti itu.
Mungkin hanya aku yang melakukan hal bodoh itu.

Ya...
Bahkan mereka yang terindah untuk mu pergi begitu saja tanpa meninggalkan tawa dibibir mu, mereka meninggalkan air mata di mata mu dan aku yang menghapuskan air mata itu.
Tapi pernahkah kau sadar kalau itu aku yang menghapuskan air mata,air mata mu?
Tidak..
Kau terlalu asik menikmati keindahan mereka tanpa pernah melihatku sebentar saja.

Sekarang kau bilang aku menghilang saat aku diam berharap kau peka dengan keadaan ku??
Selalu kau minta aku untuk peka tapi apa kau pernah sedikit saja peka terhadap ku??

Masih terlalu sering kau samakan aku seperti mereka yang datang seenaknya lalu pergi begitu saja.

Hilang...

Sayang...
Aku tidak pernah sedikit pun hilang dari kehidupanmu.
Aku tidak pernah sedetik pun hilang dari kehidupanmu.

Jika kau inginkan aku untuk hilang.
Katakanlah.
Maka aku akan hilang dan tidak akan pernah mengusik kehidupanmu lagi.

Bahkan aku rasa misi ku telah selesai untukmu.
Misi untuk sedikit menjadi tempatmu bersandar ketika kau lelah terhadap mereka.

Jadi jika suatu hari aku hilang(sesungguhnya) jangan pernah kau mencariku lagi.
Karena aku sudah benar-benar Hilang entah dibawa angin ke arah mana.

Friday, March 20, 2015

Titik Jenuh

Sudah lama kita bersama...

Dalam sisi tergelapku, aku selalu berharap kau disini disampingku...
Hanya aku tidak pernah mau mengakui semua itu..

Aku hanya berharap kau bisa mengerti keadaan ku ini..

Tidak dengan ucapan, tidak dengan tulisan...
Seharusnya kau mengerti walau hanya sekedar memandang mata ku...

Apakah ada cinta itu??
Atau siapa aku sebenarnya untuk mu??

Apa aku hanya bagian dari orang-orang yang dalam diam menggagumimu tanpa pernah untuk kau tau atau membalasnya...

Apa aku yang terlalu berlebihan..
Apa aku yang terlalu bodoh..

Entahlah...
Yang aku tau dihatiku ada nama mu dan ada cinta untuk mu...

Sehari... seminggu... sebulan atau bahkan setahun sekalipun aku bakalan tetap diam tanpa harus mengatakannya kepadamu....

Apa karena sudah lama kita bersama ini sehingga kamu sudah biasa-biasa saja sekarang...

Bahkan aku kehilangan sosokmu yang dulu...

Inikah cinta???

Entahlah aku tidak pernah benar-benar tau...

Semakin hari semakin ku rasakan kehilangan arah dalam hubungan ini...

Tentu akan ada air mata dalam setiap hubungan...
Bahkan ketika ku telusuri sudut kota ini aku menemukan cerita ku bersamamu...
Dan disetiap usapan air mata selalu ada air mata tersendiri...


Maaf jika suatu hari nanti aku pergi dan menjauh...
Ku harap kau akan tetap mengerti bahkan ketika aku terdiam...


Inikah yang mereka katakan titik jenuh dalam hubungan??
Entahlah...
Aku merasakan hal yang sama dari awal kita bertemu sampai hari ini...
Aku merasakan hal yang sama bahkan sejak sebelum kau merasakan cinta kepada ku sampai hari ini kau mulai jenuh dengan ku...