Welcome to my blog

Jangan Pernah DiKalahkan Oleh Masa Lalu

Thursday, February 23, 2017

Hati

17:00 Waktu Indonesia Tengah

Padatnya lalu lintas dengan hiruk pikuknya orang-orang yang berusaha bergegas secepat mungkin untuk tiba dirumah.

Setiap sepersekian meter mobil yang aku kendarai berenti, terhenti oleh padatnya kendaraan bermotor di jalanan. Kantuk, lelah, kesal, emosi melebur menjadi satu didalam logika yang bahkan tidak mau sedetik pun berhenti berpikir.

Entah apa yang membuatnya berpikir keras, apa iya karena macet dan keramaian ini? Apa karena memang logika ini tidak bisa terima keadaan yang begitu bising disekitarnya?
Aku rasa tidak.
Hai... ini bukan pertama kalinya kamu melewati masa-masa ini!!!
Tapi kenapa kamu seperti orang yang baru datang dari kampung dan tercengang melihat keramaian kota lalu kamu coba menghindar karena ini bukan suasana yang biasa kamu lalui tiap sore hari di desa mu.

Mencoba untuk menenangkannya dan mulai bertanya pelan-pelan "kamu kenapa? apa yang kamu pikirkan?" 
Perlahan dia pun mulai tenang seperti orang yang sedang gugup dan mencoba menarik napas dalam-dalam lalu melepaskannya, dan menjawab "apa yang kamu lupakan?"
Sedikit bingung dan mulai mencoba melihat sekeliling didalam mobil apa ada yang tertinggal di kantor, jangan sampai harus kembali kekantor lagi setelah 45 menit menunggu di tengah kemacetan ini. "Tidak aku rasa tidak melupakan apapun, menurut mu apa yang terlupakan?"
"HATI" teriaknya nyaring bahkan sampai membuatku terhentak sejenak.

👀

Ya benar saja, aku sudah melupakan hati ku, bahkan hampir saja aku tidak ingat jika aku memiliki hati.

Kemana hati itu?
Sedang apa dia saat ini?
Apa dia masih ingat seberapa banyak bait puisi yang dulu ingin kami tuliskan bersama?

Entahlah...

Setelah kejadian itu dan akhirnya kami berpisah, aku sudah tidak pernah lagi mendengar suaranya yang biasa selalu berbisik dan mencoba menenangkan logika yang selalu mencoba berontak tanpa pernah berpikir terlebih dahulu. Dia yang selalu memberikan lantunan lagu dan puisi ketika jiwa dan raga ini merasakan ketidak nyamanan.

Dia yang selalu menenangkan ku ketika semua orang mulai meremehkan ku.
Dia yang selalu berusaha membuatkan menerima dan memaafkan semua yang telah dilakukan orang terhadap diriku.

Bahkan dia yang selalu membuatku untuk berdamai dengan keadaan dan CINTA.

CINTA...
Mungkin dia lah yang akhirnya menghancurkan hubungan ku dengan hati ku..
Beribu cerita palsu nan indah selalu dia berikan dan selalu saja aku menolaknya, tapi hati selalu mencoba meyakinkan ku bahwa itu bukanlah sekedar cerita biasa tapi cerita yang bakalan indah pada suatu hari nanti.
Kenyataannya tidak, itu hanyalah dongeng sebelum aku mulai bertemu dengan mimpi dan selalu seperti itu.

Sampai pada akhirnya aku sudah benar-benar muak dan lelah dengan semua cerita tentang cinta, dan saat itulah aku berdebat besar dengan hati karena hati selalu membela cinta dan selalu ingin mendamaikan ku dengannya.
Sampai di ujung malam aku putuskan untuk tidak bersatu lagi dengan hati.
Hati pun menerima keputusan itu tanpa melakukan pembelaan lagi.

Ya sejak saat itulah aku tidak mendengarkan suaranya lagi.
Entah sampai kapan kami akan terus tidak saling mengenal seperti ini.

Entahlah...

Ternyata logika yang selalu berselisih dengan hati pun meridukan kehadirannya.
Bagaimana dengan diri ku?

Sesaat ku pejamkan mata ku dan terlintas lah saat terakhir kalinya aku melihat hati, dia sudah sangat berbeda dari sebelum kami mengenal CINTA.
Bahkan ku perhatikan ternyata terlalu banyak bekas luka yang di tambal olehnya dan dia tetap ingin menyatukan ku dengan cinta. Sepertinya dia sudah gila sampai-sampai tidak merasakan luka yang luar biasa banyaknya itu.
Bahkan tidak ku lihat keanggunan darinya lagi karena telah ditutupi tambalan luka yang mungkin aku sendiri tidak dapat menghitungnya.

Seperti itu kah perjuangan mu untuk menyatukan ku dengan cinta?

Terima kasih, tapi maaf aku belum bisa untuk berdamai lagi dengan cinta bahkan dirimu.

No comments:

Post a Comment