Welcome to my blog

Jangan Pernah DiKalahkan Oleh Masa Lalu

Sunday, December 9, 2018

Location

Begitu banyak kisah yang berlalu..
Begitu banyak cerita yang terukir..
Alur perjalanan yang sebelumnya terukir dengan indah dan semua berjalan baik-baik saja..
Tanpa ada persimpangan atau pun pecahan jalan yang memaksakan harus mengubah alur perjalanan..

Tidak ada jalan yg berbeda..
Sampai pada satu titik yang menunjukan jalan yang benar-benar harus mengubah segalanya..

Dan dijalan tersebutlah perlahan semua mulai terbuka..

Dan perlahan semua terlihat kalau sebenarnya jalan yang dilalui selama ini hanyalah fatamorgana..

Teruskah berjalan??
Iya terus ku langkahkan kaki ini walau aku tau kerikil tajam selalu menghempas dan mencoba melukai telapak kaki ku..

Ketika ku coba berhenti dan untuk menyerah, selalu saja cacian dan hinaan yang aku terima..
Seolah-olah selama ini aku tidak terluka dan tidak berjuang..
"Ah cuma segitu disebut perjuangan"
Ya aku sadar, mungkin perjuangan itu tidak akan bermakna untuk orang-orang yang hanya bisa meremehkan sesuatu padahal mereka belum tentu pernah berjuang...
Pernah kok...
Iya pernah, takarannya kita pakai sama dengan cara mereka meremehkan langkah ku..
Seberapa sih?
Cuma karena pernah terima kata-kata tidak pantes itu sudah berjuang..
Cuma karena pernah yang katanya tidak di ajak ngobrol itu sudah berjuang..
Cuma karena pernah yang katanya disakiti karena orang lain itu sudah berjuang..

Apa pernah berfikir berapa juta kali melakukan itu ketika aku sedang melangkah??
Pasti akan jawab TIDAK PERNAH..
Jawaban itu cuma untuk nutupin seberapa seringnya kalian melakukan hal-hal yang membuat jalan ku terasa sangat sakit..

Sudahlah semua salah ku..
Kenapa dari awal merencanakan sebuah perjalanan tidak memikirkan apakah ada tujuan yang pasti??
Dan salah ku terlalu percaya akan omong kosong yang tidak pernah ada makna dan buktinya..

Tujuan...
Aku tidak kan pernah benar-benar menemukan tujuan itu..
Bahkan aku tidak tau apakah ini jalan terbaiknya...
Entahlah...
Aku hanya ingin berusaha terus melangkah di alur ini entah sesakit apapun itu, dan sehina apapun jalan ku..
Tanpa tujuan sekalipun ya akan aku lanjutkan...

Karena di setiap langkah ku, aku yakin selalu ada makna yang tersirat...

Toh mengalah bukan berarti kalah kan...
Bukankahsebelum menjadi pemenang tempat seorang juara ada di dasar sekali dan tidak akan pernah di puji dan di hargai..

Aku pernah diposisi pemenang dimana setiap jengkal langkah ku adalah pujian dan penghargaan dan ketika sekali aku kalah semua berubah menjadi setiap langkah ku adalah hinaan..

Semua daya sudah pernah ku coba..
Tapi ya itulah hidup...
Dimana dan kemana kita melangkah tidak akan semua orang yang pernah memuji kita akan mendukung kita untuk terus melangkah yang ada kebanyakan akan menjatuhkan kita...

Melangkahlah sampai kau temukan tempat yang benar-benar membuat mu harus berhenti melangkah lagi..
Dan kau temukan tempat terindah untuk kau sandarkan kepala mu..

Melangkahlah sampai kau temukan tempat yang benar-benar membuat mu harus berhenti melangkah lagi..
Dan kau temukan tempat terindah untuk kau letakan kaki mu ditempat ternyaman..

Dan melangkahlah sampai kau temukan tempat untuk benar-benar kau sebut PULANG..
Karena tidak semua tempat bisa dan mau untuk kau jadikan tujuan pulang..

Monday, September 24, 2018

JOKER

Lelah...

Sudah lama aku tidak merasakan pagi seperti ini..

Pagi...
Dimana ketika semua orang terbangun dari tidurnya dan bersiap memulai hari yang baru...

Pagi...
Dimana ketika semua orang merasakan hawa kesejukan tentang kehidupan yang baru...

Dan pagi...
Dimana ketika semua orang berkata SELAMAT PAGI DUNIA...

Pagi ku...
Sepi...
Sunyi...
Namun selalu terdengar suara-suara keributan di setiap sudutnya...
Sudut pikiran ku...

Pagi yang aku rindukan, bukan merindukan kehadirannya tapi yang kurindukan ialah bagaimana hari terakhir aku merasakan pagi seperti ini...

Ahhhh...
Suara burung-burung yang bermain di pagi ini menjadi seperti sesuatu yang menambah keributan di sudut pikiran ku...

Aku takut mendengar banyak suara...
Dan pagi ku...
Ini benar-benar terjadi lagi...

Pembuktian dan perubahan...
Aku tidak takut untuk membuktikan...
Aku tidak takut untuk merubah sesuatu...

Yang aku takutkan "KETIDAK PUASAN"

Ya, ketidak puasa dari mereka semua yang dapat selalu menilai ku serendah mungkin...
Ya, ketidak puasa dari mereka semua yang dapat selalu menyalahkan ku seburuk mungkin...
Ya, ketidak puasan dari mereka semua atas hasil pembuktian dan perubahan yang sudah aku tunjukan kepada mereka...

Apa patokan sebuah pembuktian dan perubahan untuk mereka?

Apa besar kecilnya nilai?
Apa besar kecilnya uang?
Apa besar kecilnya hasil?
Atau
Seberapa besar kau di bandingkan dengan orang lain?

Jika memang iya seperti itu, mengapa mereka paksakan hal-hal seperti itu terhadap orang yang punya batas kemampuan untuk membuktikan dan merubah sesuatu?

Kenapa mereka tidak menerima saja yang sudah seperti mereka mau?

Karena, sekuat mungkin pembuktian dan perubahan itu dilakukan oleh seseorang demi memenuhi kemauan mereka, tidak akan pernah ada kata CUKUP atau BERHENTI untuk mereka...

Benar kan?

Bahkan sesekali kamu ingin berhenti untuk sekedar beristirahat selama ada kesempatan dan hanya memberi waktu tubuh mu untuk istirahat tetapi tidak untuk otak mu, itu akan terlihat salah di mata mereka...

2 bulan istirahat di bandingkan 12 bulan terus membuktikan dan merubah akan tetap tidak sebanding dan akan dipertanyakan niat mu untuk membuktikan dan merubah sesuatu...

Apa mereka yang bekerja di perusahaan akan mau jika terus menerus bekerja tanpa ada libur atau cuti?

Saya rasa jawabannya TIDAK...

Bahkan ketika semua hasil yang kamu terima kamu persembahkan untuk mereka dan sedikit saja kau gunakan untuk memenuhi kepuasan diri mu sendiri, itu akan benar-benar menjadi kesalahan fatal untuk mu...

Apa mereka bisa merasakan bagaimana rasanya disetiap sendinya terasa sangat memilukan?
Apa mereka bisa merasakan bagaimana rasanya didalam otak mu sudah tidak ada ruang lagi untuk memikirkan hal lain, bahkan diri mu sendiri?
Apa mereka bisa merasakan bagaimana rasanya tubuh bagian dalam mu tidak bisa menerima kebiasaan mu ini?

Tidak...
Mereka hanya bisa merasakan kau itu TIDAK CUKUP NIAT UNTUK MEMBUKTIKAN DAN MERUBAH SESUATU YANG MEREKA MAU...

Bahkan ketika kau hanya coba menenangkan mereka dengan kata-kata AKU TIDAK APA-APA, ketika itu pula mereka tidak akan berfikir kamu merasakan itu semua dan ketika itu pula mereka akan terus menilai niat mu...

Dan ketika itu pula kau layaknya seorang JOKER...
Akan terus tersenyum dan tertawa walau di setiap gerak gerik mu menyebabkan tubuh mu itu terasa bagaikan dihantam oleh mobil bermuatan sampah...

Monday, August 20, 2018

7SR

Tidak seperti biasanya, disore ini di kepala ini tidak ada kata-kata yang berselancar didalam kepala ku...
Seperti tidak ada gelombang yang mengalir didalam kepala ku..

Entah apa yang sedang terjadi didalam diri ku..
Apakah aku sudah lelah?
Atau apakah sudah tidak ada lagi gairah hidup ku?

Arrrgghhh...
Semua ini membuatku kacau bagai habis di goncangkan oleh gempa berkekuatan >7SR...

**************************

Sudah terlalu banyak beban dikepala ku ini...
Entah apalagi yang harus aku lakukan untuk mengurangi beban-beban itu..
Sudah segala cara aku coba tapi entah mengapa masih saja terasa sesak isi kepala ku...

Aaarrggghhhh
Kenapa harus seperti ini jalan yang diberikan untuk ku..
Bukan mau mengeluh tapi aku bingung dengan jalan ini..

Aku bukanlah orang yang baru masuk didalam labirin percintaan..

Aku bahkan pernah memasuki labirin percintaan yang didalamnya terdapat tembok-tembok mengerikan bernama AGAMA..
Ya cinta beda agama..
Semua aku lakukan untuk pembuktian cinta ku waktu itu dan kami "hampir" berhasil karena kami bisa melewati tembok-tembok besar itu, sampai pada akhirnya langkah kami terhenti hanya karena di langkah-langkah sebelumnya banyak sekali kami menyisakan genangan air mata yang jika kami lanjutkan langkah tersebut maka akan semakin banyak lagi genangan-genangan air mata disana.
Itu lah kenapa kami berhenti melangkah dan kami kembali ke jalan yang katanya itu jalan terbaik untuk kami berdua..

Aku pun pernah memasuki labirin yang bahkan aku pikir ini bisa dimengerti dan didukung oleh semua orang...
Tapi ternyata aku masih salah lagi, karena selogan yang mengatakan "Jangan membeda-bedakan agama, ras dan budaya" itu benar-benar tidak bisa diterapkan dalam kenyataan...
Ya lagi-lagi aku menjalani hubungan dengan perbedaan yaitu perbedaan etnis, dimana dia keturunan Tionghoa..
Tidak pernah ada perdebatan-perdebatan yang rumit yang membuat hubungan kami saat itu selalu tenang..
Walau kita satu Agama hanya karena dia memiliki darah Tionghoa itu pun menjadi permasalahan didalam hidup ku...

Saat ini...
Aku telah menjalankan hubunga dengan seseorang yang benar-benar tidak ada penolakan dari orang-orang sekitar ku...
Dan walau aku pernah ditolak olehnya atau pun orang-orang sekitarnya, tapi saat ini mereka bisa menerima ku...
Ya sudah tidak ada perbedaan apapun..

Itu menurut mereka semua..
Tapi tidak menurut ku..
Terlalu banyak perbedaan di antara kita berdua...
Perbedaan yang selalu membuat hubungan ini ramai dan riuh, iya ramai karena masalah yang terlalu banyak muncul dan riuh karena selalu ada keributan didalamnya...

Mungkin ini yang membuat isi kepala ku penuh...
Aku tau ini semua tak adil...
Mencoba menghakimi orang lain dan berusaha membela mati-matian diri sendiri...
Aku membela diri ku yang selalu disudutkan dan apapun yang aku lakukan selalu tidak pernah ada cukupnya...

Banyak sekali hal-hal penting yang sudah pernah aku lakukan yang bahkan di anggap remeh dan sepele oleh nya..

Aku bingung apa yang kurang yang sudah aku berikan selama ini?

Dia selalu meminta aku untuk menggunakan topeng orang lain yang menurutnya itulah yang terbaik..
Sedangkan aku selalu berfikir bukankah yang terbaik adalah ketika kita menjadi diri kita sendiri?
Iya mungkin yang terbaik untuk nya adalah ketika aku menjadi orang yang dia inginkan..

Ya sudah kan aku lakukan itu semua..
Tapi selalu saja tak pernah dianggap cukup..
Giliran aku memintanya untuk menjadi seperti yang aku inginkan selalu saja dia berikan kata-kata ajaib yang membuatku terdiam, kata-kata itu adalah "aku itu memang seperti ini tidak bisa jika harus seperti mereka, kenapa kamu tidak jalan sama mereka saja kalau kamu mau aku seperti mereka"
Apa yang bisa aku lakukan kalau dia sudah seperti itu?
Hanya diam yang bisa aku lakukan..
Karena "DIAM ADALAH CARA TERBAIK KU UNTUK MENERIMA KENYATAAN"

Ya benar itulah cara terbaik ku untuk menerima kenyataan..
Entah aku harus seperti apalagi..

Bahkan ketika semua dia ucapkan bahwa aku yang sudah tidak mau peduli atau apalah kepadanya..
Iya mungkin aku terlalu cuek saat ini,dan dia tidak pernah menyadarinya kenapa aku seperti ini..
Aku seperti ini karena aku sudah terlalu lelah dan sudah seperti tidak ada arti dan maknanya aku untuk nya..
Aku lakukan semua tapi tidak sedikit pun ada yang bernilai dan berkesan untuknya..
Bahkan sekalipun itu tentang keselamatan hidupnya tidak sedikit pun dia menggubris peringatan ku dan lebih memilih orang lain..

Dan ketika itu menjadi perdebatan lagi-lagi aku hanya mendapatkan perintah dari mu untuk aku bisa menajadi orang lain dan merasakan aku ada di posisi nya..

Apa peringatan itu dia tidak berfikir mengapa aku memberikannya peringatan itu?
Apa dia memposisikan dirinya diposisi ku saat itu?
Tidak kan..
Tapi mengapa selalu aku yang disebut tidak pernah memposisikan diri ku diposisinya atau posisi orang lain..
Bukan kah selama ini aku sudah menerima yang di inginkan apapun dan seberat apapun itu aku lakukan..
Bahkan aku meletak diri ku di posisi dimana seolah-olah posisi tersebut adalah posisi yang paling aku sukai...
Tapi ternyata masih saja kurang berharga di matanya...
Dan akan selalu aku dapati kata-kata mutiara terbaik dari mulutnya "AKU YANG SELALU SALAH" dan aku benci mendengarnya..
Aku benci bukan karena kata-kata itu tidak indah...
Aku benci karena ketika kita sedang membahas masalah dan aku mengutarakan apa yang ada dan ketika itu pula dia merasa tersudutkan karena dia tidak tau apalagi yang mau dijadikan alasan-alasan untuk menghidar dari masalah itu, maka saat itulah dia selalu mengatakan kata-kata mutiara tersebut..
Menggabarkan jelas kalau dia tidak mau disalahkan yang salah hanya selalu aku..
Dan yang merusak semua ini adalah aku..

Aku lelah...

Ingin rasanya aku menghentikan langkah ini saat ini juga..

Walau tidak ada yang menginginkan aku untuk berhenti...
Saat ini akulah yang benar-benar ingin mengehentikan langkah ku...

Entah itu untuk sejenak atau untuk memulai langkah-langkah baru lagi...

Entahlah...
Apakah dia bisa memposisikan dirinya diposisi ku saat ini?
Paling tidak dia bisa merasakan bagaimana lelah ku selama ini..

××××××××××××××××××××××××

Cahaya matahari yang semakin menghilang di telan malam dan langit senja yang semakin cerah menyadarkan dari lamunan panjang ku ini..

Kuletakan handphone yang daritadi aku genggam dimeja di sebelah laptop ku...
Terlihat di laptop ku layar masih putih dan belum ada goresan huruf-huruf didalamnya...

Tersenyum ku dan hanya dapat berkata "DIAM ADALAH CARA TERBAIK KU UNTUK MENERIMA KENYATAAN"

Monday, May 28, 2018

Waktu dan Kepalsuan

Kutunggu kamu didepan rumah mu dengan cat berwarna hijau yang entah mengapa di sore ini warna hijau itu tidak semenarik warna hijau yang biasa aku lihat.....
Sesekali ku tatap layar handphone ku, ku usap layar handphone ku berharap waktu tidak berjalan cepat hingga kau datang menemuiku...

Waktu berjalan begitu cepat, entah mengapa aku selalu merasakan takut yang berlebihan ketika waktu perlahan pergi...

Waktu yang selalu aku jaga walau aku tau waktu tidak dapat di jaga, hanya kenangan dari setiap detik saja yang bisa aku jaga entah kenangan apapun itu.. Ku jaga dan ku simpan baik-baik agar aku dapat selalu mengingat setiap detik kenangan yang ada didalam hidup ku ini..

Banyak sekali angan ku untuk memutar waktu yang sudah berlalu, hingga aku dapat memperabiki semua yang berlalu begitu saja bahkan berlalu dengan menyisakan sakit dan penyesalan...

Satu per satu akan ku benahi..
Entah itu menyakitkan atau menyenangkan, tapi aku akan tetap membenahinya..

Aku akan mengubah apa saja yang salah dahulu, yang menurutku saat itu akan membuat hidup ku saat ini jauh menjadi lebih baik..

Semua yang aku lakukan saat itu salah dan saat ini pun hidup ku tidak jauh lebih baik dari saat itu..
Mungkin saat itu jauh lebih baik daripada saat ini, ya mungkin saja..

Sekalipun saat itu banyak yang meragukan ku [bahkan kamu] tapi aku tidak pernah merasakan hal seperti ini..
Hal dimana aku harus selalu dihadapkan dengan banyak orang yang hanya mengetahui bahagia ku dan apa yang aku miliki...
Mereka tidak pernah mengetahui bagaimana tangis ku setiap hari merasakan sakitnya melihat mereka yang selalu tertawa bahagia..

Mereka tidak pernah melihat sakit ini yang selalu berpura-pura tersenyum hanya untuk menghargai kebahagiaan mereka saja..

Mereka tidak pernah melihat tangis ini yang selalu aku sembunyikan agar mereka tetap merasakan kebahagiaan meski yang aku rasakan sakit..

Salah ku membiarkan diri ku menjadi bagian dari hidup mereka..

Bahkan membiarkan ku menjadi bagian dari hidupmu..

Iya kamu yang sudah menemaniku beberapa tahun ini..

Iya kamu yang bahkan seperti mereka yang tidak pernah mau melihat tangis dan sakit ku..

Kamu yang selalu menanyakan dan meragukan arti sayang dan kesetiaan ku..

Bahkan kamu yang mengukur semua itu dengan materi dan tidak pernah mau melihat bagaimana pengorbanan ku selama bersama mu..

Selalu kau ukur semua dengan perbangingan antaran diri ku dan orang lain..

Selalu kau ukur sekecil mungkin apa yang sudah aku lakukan dan aku korbankan untuk mu..

Bahkan kau bandingkan aku dengan orang yang sekalipun aku tidak pernah melihatnya bahkan mengenalnya..

Kau selalu meyalahkan ku dengan alasan-alasan yang tak pernah jelas..

Bahkan kau selalu membandingkan ku dengan mereka yang selalu kau irikan itu..

Apa salah ku selama ini sampai-sampai kau selalu seperti ini??

Kau selalu memujiku ketika aku berusaha jadi orang lain yang selalu kau minta..

Tapi,, kau juga selalu menghina ku ketika aku berusaha untuk menjadi diri ku sendiri..

Kau memintaku seperti mereka..

Tapi kau selalu melupakan dirimu sudah menjadi seperti apa yang ku minta atau belum??

Tidak pernah kau pikirkan apa yang aku inginkan sampai semua benar-benar hancur itu pun kau masih berusaha menyalahkan ku..

Tidak sedikit pun kau hargai apa dan siapa aku, yang kau tahu aku hanya harus mengikuti apa yang kau rasakan saat itu tanpa kau mau tau apa yang aku rasakan saat itu..

Ego??

Kau selalu menanyakan hal itu bahkan kau selalu menuduhku jadi orang yang tidak pernah mau menurunkan ego ku..

Apa kau sadar dengan perkataan mu itu??

Kau sadar selama ini siapa yang harus dipenuhi ego nya??

Dan kau sadar siapa yang selama ini tersakiti karena ego-ego gila mu??

Terlalu sering kau membalikan fakta yang ada di antara kita..

Sekalipun aku terdiam kau selalu marah dan selalu meragukan sayang ku kepada mu..

Tapi,, sekalipun aku berbicara kau selalu berkata kalau kau yang selalu disalahkan tanpa aku mau menerima jika diriku yang salah..

Aku lelah...

Terkadang ku tundukan kepala ku dibawah derasnya air hujan yang jatuh dan berharap semua beban ini bisa larut bersamaan dengan air hujan yang menguyurku, membawa semua beban ini entah pergi kemana saja dan jangan kembali lagi..

Ku relakan semua waktu dan tenaga ku hanya untuk mengikuti mau mu, tapi mengapa tak sedikit pun kau hargai itu semua, kau acuhkan aku dan kau lakukan apa saja yang kau ingin kan didepan ku padahal kau tau hal itu tidak aku sukai..

Tapi kau selalu berusaha membela diri dan membalikan itu semua salah ku..

Padahal kau tau itu jelas-jelas salah..

Aku lelah...

Aku yang salah mengapa harus seperti ini dulu..

Seharusnya aku tidak perlu memaksakan semuanya dengan menggunakan cara seperti ini, cara yang pada akhirnya menyiksa ku sendiri..

Sudahlah semua tidak dapat kembali dan waktu pun tidak dapat membantu ku untuk memperbaiki semua ini..

Waktu hanya akan selalu mengingatkan ku dengan semua sakit ini..

Dan aku hanya dapat merindukan diriku yang dahulu dan hidup ku yang dahulu..

Diri dan hidup yang tidak pernah ada kepalsuan..

======================================================================

Suara pintu mobil yang kau tutup menyadarkan ku dari lamunan yang lumayan panjang tadi..

Dan lagi-lagi inilah diriku yang palsu...

Thursday, November 30, 2017

TULISAN DARI KU

Haiiii...

Apa kabar kamu?

Apa kamu masih seperti yang dulu?

Jari-jari tangan ku menari menuliskan cerita ini, menari menuju arah tujuan tulisan yang akan menggambarkan bagaimana diri ku selama ini, apalagi beberapa hari ini.

Oke mungkin sudah terlalu panjang basa basi itu, jadi mari kita mulai saja.

Beberapa hari ini mungkin menjadi salah satu hari-hari terberat untuk ku, apa kamu tau itu?

Tidak..

Kan yang kamu tau dunia mu saja dan aku yang pernah melakukan kesalahan.

Ya aku sangat mengerti kok tentang itu.

Jadi, kenapa aku bilang menjadi salah satu hari-hari terberat ku, aku akan jelaskan poin demi poin dan semoga kamu mengerti.

1. Aku sakit, ya aku sakit yang bahkan keluarga ku saja tidak mengetahuinya apalagi kamu kan. Aku tidak tau khususnya apa sakit ku, kenapa tidak diperiksakan? :) Aku takut untuk mengetahui hasilnya.

Mungkin selama ini kamu menganggap aku hanya tidak mau mendengarkan apa yang kamu selalu sarankan, mungkin kamu berfikir bahwa semua pendapat dan saran mu tidak pernah aku anggap penting :) Ya itu semua hak mu untuk berfikir seperti itu.

Jadi sekarang kamu tau kan alasan utamanya apa AKU TAKUT.

Bahkan aku sudah coba jujur sama kamu dan aku izin untuk istirahat kamu menganggap aku BOHONG, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

2. Aku punya tanggung jawab baik itu untuk diri ku sendiri, untuk adik-adik ku, untuk orang tua ku, untuk kamu :), dan untuk apa yang sudah di percayakan pada diri ku.

Dan aku yakin kamu sadar dan mengetahui jika saat ini ada yang sedang aku kejar untuk tanggung jawab ku.

Tapi, kamu tau kan kalau aku ini hanya manusia biasa yang bahkan punya batas kekuatan dan kesabaran.

Aku juga manusia yang bisa capek dan berhenti.

Aku berusaha semua bisa aku penuhi sendiri bukan karena aku merasa superman atau apalah, tapi karena aku punya tanggung jawab.

Aku berusaha dan bekerja mati-matian hanya untuk semua itu bahkan tanggung jawab untuk diri ku sendiri saja sudah aku lupakan.

Tapi apa? Semua kamu anggap BOHONG, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

3. Jujur mungkin ini yang terakhir dan yang paling membuatku bersedih.

Kamu........

Iya kamu, kenapa kamu???

Kamu tau semakin kesini kamu bahkan tidak mengenal ku, kamu bahkan tidak peduli dengan perasaan ku seperti apa, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Tapi kamu tau dari 1 kesalahan ku itu apa sebanding dengan beribu-ribu kesalahan yang sudah kamu lakukan 5 tahun ini?

Ya mungkin sebanding, karena :
1. Kamu tidak pernah melakukan kesalahan dengan orang lain
2. Kamu tidak pernah bohong karena orang lain
3. Kamu tidak pernah bermain dibelakang

Okelah kalau selalu itu alasan mu sehingga tidak pernah benar-benar bisa memulai hubungan ini lagi dengan baik.

Aku juga punya alsan kok yang kalau kamu berfikir lagi dengan logika dan kamu rasakan dengan hati terdalam mu bahkan alasan-alasan mu itu tidak akan ada gunanya apalagi bisa disebut sebanding:

1. Kamu bahkan menduakan ku dengan materi
2. Kamu bahkan menduakan ku dengan kesenangan mu dengan teman-teman mu
3. Kamu bahkan menduakan ku dengan benda mati
4. Kamu bahkan menduakan ku dengan mereka yang jauh lebih penting untuk mu itu
5. Kamu bahkan menduakan ku dengan lebih mempercayai kata orang lain
6. Kamu bahkan menduakan ku dengan lebih peduli kepada mereka dibandingkan kepada diri ku
7. Kamu bahkan tidak pernah benar-benar memilih ku
8. Kamu bahkan tidak pernah benar-benar percaya dengan ku sampai pada akhirnya aku benar-benar menunjukkan jika kepercayaan itu tidak ada artinya

Bahkan kamu sadar kalau sejak kejadian itu kamu dengan bangga menjelek-jelekan ku di media sosial mu dan kamu tunjukan ke semua orang kalau aku ini cuma sampah.

Sadar??

Tidak...

Pernah aku melakukan hal itu sebelumnya??

Ketika kamu buat aku hancur...
Ketika kamu meremehkan ku...
Ketika kamu menjatuhkan semua harapan ku...
Ketika kamu bandingkan aku dengan mereka...
Ketika kamu hancurkan kepercayaan ku...
Dan masih banyak lagi...

Pernah aku lakukan itu??

Tidak...

Aku sudah sering mengatakan kepada mu bahkan dari dulu, kalau aku ini sudah hina dimata banyak orang jadi tidak perlu kamu memberi tahukan mereka, mereka sudah menganggap aku hina dan salah.

Ya bahkan benar kamu sendiri saja selalu seperti itu, apalagi beberapa hari belakangan ini.

Kamu ingat kamu pernah minta untuk aku memberitahukan mu semua yang sedang aku lakukan, ingat itu??

Ya saat ini aku lakukan itu semua, bahkan aku memberitahukan mu aku tertidur dimana.

Tapi apa?? Kamu bilang ke mereka semua aku berubah dan sebelumnya tidak pernah seperti itu, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Kamu ingat bagaimana cara mu memaksa ku untuk selalu istirahat lebih awal dan memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat karena kamu tau aku orang yang bahkan tidak mau menyebut kata lelah apalagi sakit??

Ya saat ini aku lakukan itu semua, aku sebutkan aku sakit, aku sebutkan aku lelah, aku tunjukan lelah dan sakit ku bahkan aku anggap kamu benar-benar mengerti dengan keadaan ku itu.

Tapi apa?? Kamu bilang ke mereka semua aku berubah dan sebelumnya tidak pernah seperti itu, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Kamu ingat kamu pernah memintaku untuk menjadi orang yang jauh lebih peduli dan cerewet lagi ke semua hal apalagi itu tentang diri mu dan lebih sering memanggil mu dengan panggilan sayang ku??

Ya saat ini aku lakukan itu semua, bahkan aku coba terima semua cerita mu tentang dunia mu saat ini.

Tapi apa?? Kamu bilang ke mereka semua aku berubah dan sebelumnya tidak pernah seperti itu, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Aku sadar aku tidak sempurna dan selalu ingin tentap menjadi diri ku yang apa adanya...

Aku sadar aku tidak sempurna dan pernah melakukan kesalahan tersebut...

Tapi... Apa kamu pernah berfikir jika kamu juga pernah melakukan kesalah yang sangat besar didalam hubungan ini...

Apa karena kesalahan mu itu aku jadi orang yang suka mengumbar-umbar kesalahan dan kejelekan mu ke semua orang??

Tidak, bahkan aku hanya terdiam dan coba menerimanya walau hal itu kamu lakukan berkali-kali lagi dan lagi.

Aku hanya mengubah cara ku saja yang mungkin buat kamu itu buruk sekali, tapi apa kamu berfikir bahkan perubahan cara ku hanya untuk bisa lebih jadi yang kamu mau, karena kamu yang meminta ku jadi ini itu.

Pernah kamu berfikir seperti apa perasaan ku selama ini??

Pernah kamu berfikir seperti apa perasaan ku beberapa hari ini??

Pernah kamu berfikir seperti apa perasaan ku setiap tiba-tiba kamu membuat cerita di sosial media mu??

Kenapa harus seperti itu??

Apa tidak ada cara lain yang bisa kamu lakukan selain memperburuk keadaan ini??

Mengapa harus kamu sangkut pautkan kembali cerita ini sama cerita yang lalu??

Aku sudah berusaha dan selalu menjadi apa yang kamu inginkan...

Bahkan sampai hari ini pun aku masih menunjukkan apa yang kamu inginkan...

Tapi apa?? Kamu bilang ke mereka semua aku berubah dan sebelumnya tidak pernah seperti itu, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Aku menanyakan sesuatu terlebih dahulu karena kamu pernah pesan kepada ku sebelumnya untuk kehadiranku yang selalu tiba-tiba.

Kamu ingat kan pernah bilang jangan datang tiba-tiba??

Dan itu yang aku lakukan bukan karena dahulu tidak pernah seperti itu...

Tapi apa?? Kamu bilang ke mereka semua aku berubah dan sebelumnya tidak pernah seperti itu, ya aku terima kok karena aku pernah salah.

Sudahlah mungkin saat ini seharusnya kau menjadi orang yang lebih tegas dan tega dengan hati ku sendiri...

Aku tidak tau lagi harus seperti apa menghadapi mu....

Sudah habis cara ku untuk menghadapi mu....

Maaf jika ku pernah melakukan kesalah itu....

Dan maaf aku menyerah.... :)

Tuesday, November 7, 2017

Maaf aku harus menangis

"Kamu harus bahagia, kamu sudah janji kan?"

Kata-kata itu kamu ucapakan sesaat sebelum kita berpisah di persimpangan jalan itu.

Kata-kata yang mungkin akan selalu ku kenang agar aku sadar jika aku harus "selalu" bahagia karena telah berjanji.

==============================================================

Ditempat itu kita dipertemukan, ditempat itu kita mengukir cerita kita, dan ditempat itu juga kita dipisahkan.

Bahkan, ditempat itulah aku merasakan menjadi diriku sendiri untuk terakhir kalinya.

==============================================================

"Kamu gak boleh sedih, kan sudah janji kan? Awas sedih"

Kata-kata itu aku ucapkan sesaat sebelum kita berpisah di persimpangan jalan itu.

Kata-kata yang tidak akan pernah terucap lagi dari bibir ku untuk siapa pun.

==================================================================

5 tahun kemudian

Terbangun ku dari mimpi indah ku malam itu.

Kepala ku terasa sakit dan berat sekali.

Tertegun ku memandang jam dinding yang detiknya terus berputar, seolah mengembalikan ingatan ku ke semua masa yang sudah aku lalui.

Teringat ku pada suatu masalah yang muncul begitu saja.

Disaat semua baik-baik saja, tiba-tiba muncul suatu masalah yang sebelumnya bahkan tidak pernah terlintas sedikit pun di benak ku.

Bergegas ku akhiri lamunan pagi ku ini dan berharap hari ini aku bisa lebih kuat lagi dan dapat ku selesaikan semua masalah ini.

07:20 AM

Ku temui dia sesosok wanita yang sudah menemaniku selama ini.

Dan berharap dengan pertemuan ini, masalah ini akan menemukan jalan keluarnya.

Tetapi, ntah kenapa sosok ku yang tadi berharap bisa menyelesaikan masalah ini mendadak menjadi sosok seseorang yang tidak aku kenali.

Mengapa selalu seperti ini???

Siapa dia yang ada didalam diriku dan selalu muncul ketika aku berharap menjadi seorang yang (seharunya) bisa menyelesaikan masalah-masalah ini???

5 tahun sudah sosok itu selalu merasuki jiwa ku.
Dan 5 tahun juga sosok itu membuat ku menjadi seseorang yang terlalu lemah dengan masalah-masalah yang muncul.

07:55 AM

Aku merasa menjadi seorang paling lemah didunia.

Ku teteskan air mata ku.

Aku menangis bukan karena aku cengeng.

Aku menangis karena aku terlalu lemah.

Aku menangis karena aku tidak tau siapa diriku ini.

Aku menangis karena aku tidak sekuat dahulu lagi.

Aku menangis karena semua masalah seolah-olah akulah penyebabnya.

Aku menangis karena aku tidak dapat merasakan menjadi diriku sendiri.

Aku menangis karena aku tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang muncul.

Dan aku menangis karena aku rindu diri ku yang dahulu, aku rindu sesosok orang yang bisa mendukung dan mengerti semua masalah yang ada, aku rindu seorang yang bisa menjadikan ku kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada sehingga tidak ada setitik pun tersisa masalah-masalah itu.

Ya, aku rindu semua itu saat ini.

Dan aku benar-benar butuh itu semua saat ini.

==================================================================

Maaf aku harus menangis dan tidak bahagia seperti janji ku dulu.

Dan maaf akhirnya aku harus merindukannya lagi.


Saturday, September 23, 2017

For U, My Past

Andri Oktavianus Putra

Nama yang mungkin tidak akan pernah ada artinya untuk kebanyakan orang apalagi sampai-sampai di ingat..

Yaa... itulah nyatanya...

Tapi aku sangat bersukur memiliki nama tersebut, bahkan buat ku itu adalah nama terbaik untuk ku...

Ya walau pernah aku mencoba untuk mengganti beberapa huruf agar terlihat keren dan agar di ingat oleh orang lain.
Andri menjadi Andrey,, hmmm kok bisa diganti dari I menjadi EY????

Itulah uniknya...
Jadi EY itu sebenarnya plesetan saja, karena dulu disalah satu tempat ku bersekolah setiap aku memperkenalkan diri dengan sebutan ANDRI orang-orang yang mendengar selalu mengatakan ohhh Andre..
Aneh kan??
Ya aku juga aneh kok, apa orang-orang ini yang pendengarannya kurang atau memang aku yang tidak jelas menyebutkan nama ku dengan benar??
Maybe...

Seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa dengan panggilan ANDRE ini.
Sampai pada suatu hari aku berpindah tempat lagi dan aku mulai memperkenalkan nama ku dengan sebutan ANDRE, dan ternyata mereka heran nama panjang ANDRI tapi panggilan ANDRE kok bisa??

Ya akhirnya aku sendiri yang bingung ini sebenarnya apa yang salah dengan nama ku??

Sampai akhirnya aku menemukan jawaban dari teka-teki kesalahpahaman penyebutan nama ku itu sendiri.
Ya berawal dari nama seorang pesepakbola terkeren dijamannya ANDRY SHEVCHENKO, pemain dari club AC Milan yang merupakan klub kebanggan Ayah ku.
Aku mencari tau kenapa harus menggunakan Y bukannya I atau E seperti lazimnya nama di Indonesia??

Setelah mencari tau ternyata di negara bagian eropa sana Y itu ada yang menyebutnya seperti I dan ada juga yang menyebutkan seperti E (biasanya komentator liga champion akan menyebutkan Andre)..
Usut punya usut lagi di salah satu negara bagian eropa barat(lupa pastinya negara apa) bahkan ada yang mengeja EY itu terdengar seperti I..

Darisanalah aku berpikir dari pada bingung kenapa aku tidak memberi nama ku dengan panggilan ANDREY.
Dipanggil Andri juga nyerempet-nyerempet dikit, dipanggil Andre juga nyerempet..

Akhirnya keluarlah nama ANDREY..
Tidak mengubah nama asli ANDRI..

=================================

Seorang Andrey..
Orang yang memiliki banyak mimpi..
Orang yang memiliki mimpi-mimpi besar..
Orang yang memiliki keinginan untuk mewujudkan semua mimpinya...

Mustahil... Emang kamu siapa???

Itulah seruan yang selalu orang katakan kepada ku...

Ya tapi aku coba menerima apa yang di serukan kepada ku..
Aku hanyalah anak biasa...
Aku hanyalah anak dari keluarga yang tidak mampu...
Aku hanyalah anak yang tidak memiliki apa-apa,bahkan mainan saja aku tidak punya..
Aku hanyalah anak berkulit hitam yang tidak pantas berteman dengan mereka para golongan kulit putih...
Aku hanyalah anak yang tidak pantas untuk berteman apalagi memiliki teman...

Ya karena itulah aku dijauhi dan selalu direndahkan oleh semua orang...
Bahkan tidak ada yang ingin mendekat dengan ku karena "JIJIK" dengan ku...

Sampai pada akhirnya aku muak dengan semua hinaan itu,semua cacian itu,semua masalah itu..
Dimulai sejak kelas 2 SMP, dimana aku memulai semuanya dengan mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit uang pemberian orang tua ku..
Dan aku mulai bekerja sepulang sekolah, kerja dimana saja yang bisa menghasilkan uang..
Bahkan waktu itu kondisi orang tua ku sudah mulai membaik dan mulai perlahan merintis apa yang mereka miliki saat ini..
Tapi aku tidak mau menjadi beban untuk mereka, bahkan aku bekerja mereka tidak mengetahuinya (mungki sampai saat ini mereka tidak tau)..

Perlahan aku mulai memiliki tabungan..
Perlahan juga aku mulai bisa membeli sesuatu yang aku inginkan..

Aku ingat sekali aku bisa membeli sesuatu yang berharga sekali dan itu pertama kalinya, ya sepatu basket Nike edisi Lebron 2 Black n White..
Dan dengan sangat bangga diiringi tangisan kecil di kamar ku waktu itu aku mulai berfikir ternyata sebahagia ini kamu bisa membeli barang yang kamu suka dengan hasil keringatmu sendiri..

Sejak saat itu aku terus menerus bekerja dan menabung..
Satu persatu barang yang aku inginkan bisa aku dapatkan..
Bahkan aku bisa membelikan sesuatu yang mungkin untuk orang lain itu biasa tapi untuk adik ku itu sangat luar biasa..
Rasanya sanagt luar biasa bisa melihat adik ku bahagia dan selalu bersemangat jalanin hari-harinya..

Aku kira segitu bisa untuk buat orang lebih menghargai aku, tapi ternyata tidak..
Dan lagi-lagi aku mendengar kata-kata yang sangat amat menyakitkan untuk ku, bahkan itu keluar dari mulut seorang yang diam-diam sangat aku sayangi, ternyata selama itu dia palsu dan berpura-pura didepan ku..

Dan hal itu lah yang menjadi cambukan paling menyakitkan untuk ku..
Dikepala ku selalu mengatakan untuk membuktikan kepada perempuan itu bahwa suatu hari dia akan menyesal pernah berkata seperti itu dan selalu menjadi pemicu semangat ku untuk lebih berjuang lagi...

Dan sampailah aku pada titik dimana aku harus meninggalkan tempat ini untuk sementara waktu dan aku harus kembali kesini nanti dengan semua perubahan yang bisa membungkam mulut-mulut mereka yang selalu meremehkan ku...

=================================

Dan waktu itu pun tiba, aku kembali dengan perubahan yang bahkan membuat mereka yang pernah menghina ku menjadi menjilat semua hinaan mereka dulu..

Waktu terus berjalan dengan aku yang selalu mencoba berusaha menjaga apa yang sudah aku perjuangkan selama ini..

Bahkan membuat hari-hari ini penuh dengan kekaguman orang lain atas diri ku..

Dan sibuk mewujudkan mimpi ku yang dulu bertumpukan bagai kertas-kertas keuangan di perbankan yang perlahan sudah mulai menemukan hasilnya,bukan lagi sekedar note pengingat jika aku memiliki mimpi...

Mungkin aku terlalu terlena sampai-sampai lupa menunjukan ke mereka kalau ini semua hasil kerja keras ku berapa tahun belakangan ini, yang pada akhirnya menjadikan celah untuk meremehkan ku lagi dengan kata-kata atau bercandaan-bercandaan yang buat mereka itu biasa, karena mereka terlalu biasa dan terbiasa merendahkan orang dengan cara seperti itu...

Celah itu yang bahkan tidak aku lihat...
Bahkan orang terdekat ku, orang yang sudah aku percaya tidak akan meremehkan apa yang aku miliki masih tetap sama, meremehkan dan menghina ku dengan candaan-candaan receh seperti itu...

Jika saja waktu itu aku mencatat semua celah itu mungkin saat ini tidak akan ada lagi yang merendahkan aku..
Tapi sayangnya aku melupakan catatan celah-celah itu...

Haruskah aku pergi dan meninggalkan tempat ini lagi? Untuk membuktikan lagi bahwa semua ini adalah diri ku yang berbeda dari yang dulu??

Jika memang harus seperti itu, aku akan siap untuk melakukannya...
Ya aku siap untuk meninggalkan tempat ini lagi dengan tujuan untuk benar-benar merubah segala sesuatunya agar tidak ada lagi celah untuk merendahkan ku bahkan menghinaku...

Karena ditempat ini terlalu banyak orang-orang yang tidak bisa menghargai orang lain dan selalu merendahkan orang seperti ku ini..
Ya teman ku pernah berkata SEKALI KAMU HINA APAPUN YANG KAMU LAKUKAN AKAN SELALU MEMILIKI CELAH UNTUK BUAT KAMU TETAP TERHINA SEKALIPUN KAMU MENGORBANKAN NYAWA MU HANYA UNTUK MENUNJUKAN KEPADA PENGHINA MU JIKA KAMU TIDAK SEHINA ITU..

Yaappss benar sekali kata-kata itu...

Bahkan mereka tidak akan pernah percaya jika kamu tidak pernah meminta walau serupiah pun kepada orang tua mu atau mengemis kepada orang lain untuk membeli apa yang kamu inginkan..

Ya seperti itulah mulut-mulut penghina yang tidak akan pernah puas dan berhenti menghina mu..

Intinya tidak ada ketulusan yang benar-benar tulus dari semua orang untuk dirimu, karena itu semua ada palsu dan topeng terindah yang mereka miliki ketika bertemu dengan mu..

#catatanandreyocta