"Kamu harus bahagia, kamu sudah janji kan?"
Kata-kata itu kamu ucapakan sesaat sebelum kita berpisah di persimpangan jalan itu.
Kata-kata yang mungkin akan selalu ku kenang agar aku sadar jika aku harus "selalu" bahagia karena telah berjanji.
==============================================================
Ditempat itu kita dipertemukan, ditempat itu kita mengukir cerita kita, dan ditempat itu juga kita dipisahkan.
Bahkan, ditempat itulah aku merasakan menjadi diriku sendiri untuk terakhir kalinya.
==============================================================
"Kamu gak boleh sedih, kan sudah janji kan? Awas sedih"
Kata-kata itu aku ucapkan sesaat sebelum kita berpisah di persimpangan jalan itu.
Kata-kata yang tidak akan pernah terucap lagi dari bibir ku untuk siapa pun.
==================================================================
5 tahun kemudian
Terbangun ku dari mimpi indah ku malam itu.
Kepala ku terasa sakit dan berat sekali.
Tertegun ku memandang jam dinding yang detiknya terus berputar, seolah mengembalikan ingatan ku ke semua masa yang sudah aku lalui.
Teringat ku pada suatu masalah yang muncul begitu saja.
Disaat semua baik-baik saja, tiba-tiba muncul suatu masalah yang sebelumnya bahkan tidak pernah terlintas sedikit pun di benak ku.
Bergegas ku akhiri lamunan pagi ku ini dan berharap hari ini aku bisa lebih kuat lagi dan dapat ku selesaikan semua masalah ini.
07:20 AM
Ku temui dia sesosok wanita yang sudah menemaniku selama ini.
Dan berharap dengan pertemuan ini, masalah ini akan menemukan jalan keluarnya.
Tetapi, ntah kenapa sosok ku yang tadi berharap bisa menyelesaikan masalah ini mendadak menjadi sosok seseorang yang tidak aku kenali.
Mengapa selalu seperti ini???
Siapa dia yang ada didalam diriku dan selalu muncul ketika aku berharap menjadi seorang yang (seharunya) bisa menyelesaikan masalah-masalah ini???
5 tahun sudah sosok itu selalu merasuki jiwa ku.
Dan 5 tahun juga sosok itu membuat ku menjadi seseorang yang terlalu lemah dengan masalah-masalah yang muncul.
07:55 AM
Aku merasa menjadi seorang paling lemah didunia.
Ku teteskan air mata ku.
Aku menangis bukan karena aku cengeng.
Aku menangis karena aku terlalu lemah.
Aku menangis karena aku tidak tau siapa diriku ini.
Aku menangis karena aku tidak sekuat dahulu lagi.
Aku menangis karena semua masalah seolah-olah akulah penyebabnya.
Aku menangis karena aku tidak dapat merasakan menjadi diriku sendiri.
Aku menangis karena aku tidak bisa menyelesaikan masalah-masalah yang muncul.
Dan aku menangis karena aku rindu diri ku yang dahulu, aku rindu sesosok orang yang bisa mendukung dan mengerti semua masalah yang ada, aku rindu seorang yang bisa menjadikan ku kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada sehingga tidak ada setitik pun tersisa masalah-masalah itu.
Ya, aku rindu semua itu saat ini.
Dan aku benar-benar butuh itu semua saat ini.
==================================================================
Maaf aku harus menangis dan tidak bahagia seperti janji ku dulu.
Dan maaf akhirnya aku harus merindukannya lagi.
No comments:
Post a Comment